Virtuoso Verbalism

Saya sering berbicara.

Dalam beberapa kali kesempatan,

Saya diminta berbicara panjang lebar.

Dan semua mendengarkan dengan saksama.

Dengan berbicara,

Saya mendapatkan apa yang saya inginkan.

Sebagiannya lagi,

Saya mendapatkan apa yang saya butuhkan.

Dan saya benar-benar mengusai apa yang hendak ingin saya kuasai.

Tapi,

Semua menjadi hampa.

Karena terlalu banyak bicara.

Hingga luka dengan sendirinya.

Dan menyadari apa yang seharusnya tidak boleh terlalu jauh.

Kemudian saya benar-benar paham.

Sebanyak apapun hal yang saya dapat dari berbicara,

Tidak lebih berharga dari apa yang saya dapat dari mendengarkan dan berdoa.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s