Bumi Itu Kamu

1607084

Sampai saat ini
Atmosfer itu hanya ada padamu
Hingga rasanya seperti sesak bila jauh darimu.
Cobalah sesekali melambai padaku
Bukankah gemulai tanganmu begitu ayu
Layaknya ukiran batu dan pasir di Arizona

Di tengah yang terang kau layaknya mutiara
Pada yang gelap, kau nampak layaknya aurora.
Selalu sejuk bagai oasis di tengah Sahara
Mengalihkan perhatianku bagai kompas yang selalu ke arah Utara

Senyummu mengingatkanku pada lengkungan di cakrawala
Sesekali tampak gigimu yang laksana permata
Kadang juga seperti matahari di kala senja
Inginkah kau menyapa?
Nanti aku terbang ke Antartika

Kau membuatku lupa akan setiap pendakianku
Wajahmu lebih cantik dari panorama yang ada
Tampaknya aku jatuh padamu
Ada gravitasi yang menyelimutimu
Bisakah kau menatapku
Agar aku tahu sepasang amethyst matamu itu?

Aku bingung, pakaianmu selalu serasi
Seperti danau tiga warna
Setiap untaian kata yang kau buat
Benar-benar menenggelamkanku bagai Niagara
Kadang juga menenangkan seperti Katatumbo
Tapi tetap indah layaknya Raja Ampat

Kau pasti wanita yang setegar Maunakea
Kau memiliki hati sedalam palung Mariana
Kesabaran seluas Eurasia
Pengetahuan setinggi dirgantara
Biarkan aku bernaung padamu
Karena Bumi itu kamu

*nb: Sedangkan aku hanyalah ampas jus mengkudu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s