Apa yang Kadang Mampu Saya Lihat

Godaan terbesar manusia adalah menjadi biasa saja. Dan bila masih tergoda, maka jadilah binasa.

Saat orang menganggap saya bodoh karena nilai saya yang buruk.
Saya pun terdiam.

Saat beberapa tahun kemudian saya mengukir prestasi, orang pun mulai memuji.
Saya pun terdiam.

Saat saya mendapatkan peringkat yang cukup buruk, semua orang menghujat.
Saya pun terdiam.

Saat nilai tryout saya tertinggi, semua orang pun tercengang.
Saya pun terdiam.

Saat nilai Ujian Nasional saya tidak terlalu bagus, semua orang tertawa.
Saya pun terdiam.

Saat orang mendapatkan berita bahwa saya masuk ke Perguruan Tinggi Negeri ternama, mereka memberikan selamat.
Saya pun terdiam.

Saat saya menolak untuk masuk ke PTN ternama dan lebih memilih PTN biasa saja, semua orang mengutuk.
Saya pun terdiam.

Saat mereka tahu saya mendapatkan beasiswa, mereka bangga.
Saya pun terdiam.

Saat saya mendapatkan nilai yang buruk di perkuliahan karena memilih organisasi, orang-orang mencaci.
Saya pun terdiam.

Saat saya menjadi ketua organisasi, mereka mulai bangga.
Saya pun terdiam.

Saat saya tidak lulus tepat waktu, orang-orang mulai menggunjing.
Saya pun terdiam.

Jadi tidak perlu angkat bicara. Cukup melihat saja. Beginipun saya suka.

Lagipula ada urusan apa sehingga seseorang mengomentari bahkan mengambil kesimpulan setiap nasib orang lain?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s