Sejauh Kepada Siapa Kita Mendengar

 

Seseorang pernah merespon sebuah nasihat dengan berkata, “Bicara itu mudah, melakukannya itu yang susah.” Saya yang mendengar ia berucap hal tersebut langsung saja percaya terhadap kalimat yang barusan ia katakan, tetapi saat itu pula saya tidak percaya kepadanya. Karena meski benar sekalipun, ia menyampaikannya disaat yang tidak tepat. Lagipula, kalimat itu lebih cocok untuk dipedengarkan untuk diri sendiri, bukan untuk orang-lain.

Seorang murid pernah bertanya kepada gurunya yang bijaksana, “bagaimana cara agar terhindar dari berbuat buruk manakala kita sedang sendirian?” Sang guru pun memberikan jawaban yang cukup singkat “sering-seringlah untuk mengajak bicara kepada diri sendiri.” Sebuah logika komunikasi yang cukup sederhana, bagaimana mungkin seseorang akan menyapa atau tak sungkan mengajak berbicara bilamana kita sendiri pun tidak pernah mengajaknya berbicara. Pada situasi yang sama, ternyata berlaku juga kepada diri sendiri.

Seseorang yang tidak akan mengkhianati kita hanyalah diri kita sendiri. Ia akan mencoba untuk membangunkan kita manakala sedang jatuh, dan membuat kita untuk tetap tersenyum manakala kita sedang menangis. Tapi disisi lain, ia juga dapat membawa pengaruh buruk manakala kita sedang baik. Hal yang mempengaruhinya tak lain adalah seberapa sering kita mengajak diri sendiri berbicara hal-hal yang baik. Ini mungkin terdengar mirip Jessica Method, meskipun bukan.

Apa yang seringkali terbalik adalah terlalu menganggap bahwa diri sendiri ini telah melakukan banyak hal, masih punya banyak waktu, atau mudah dimaafkan oranglain. Bila ada seseorang yang tak pernah berubah tabiat buruknya ketika sedang sendirian walaupun ia telah membaca, menyimak, maupun sering berucap kalimat yang baik. Mungkin selama ini ia melakukannya bukan untuk dirinya sendiri.

Ada milyaran kalimat bagus di luar sana, jutaan yang kita dengar, ribuan yang kerap kali kita  ulang-ulang agar didengar dan dibaca oleh ratusan orang. Tapi mungkin hanya beberapa yang kita sampaikan untuk diri sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s