Paparazzi

Tidak berarti jika ada orang percaya kepadamu menunjukkan bahwa kau benar.

Ini kisah yang menyangkut tentang semut. Koloni semut sangat mudah datang bila ada makanan yang dibiarkan tidak terjaga. Ingatlah bahwa semut yang “mengelilingi” makanan tidak berarti bahwa makanan itu manis. Karena bila kita lebih jeli, beberapa bangkai pun kerap kali menjadi santapan semut. Lagipula, yang manis pun belum tentu sehat.

Orang berkata “mungkin gua manis”, hanya karena dikelilingi banyak orang, seharusnya juga berpikir bahwa “mungkin gua bangkai”, karena sedang dikelilingi oleh para pengurai.

Kini banyak orang populer. Mungkin karena sekarang menjadi populer itu mudah. Semudah menemukan makanan yang dijual dipinggir jalan. Tapi seharusnya manusia sadar. Seseorang yang dikelilingi atau diikuti banyak orang bukan berarti ia benar. Ia hanya menarik, itu saja. Atau dalam kondisi lain, ia tidak menjaga alias mengumbar. Boleh jadi orang-orang menerima apa yang menurut mereka benar, padahal belum tentu yang seperti mereka pikirkan.

Lantas, mengapa harus menjadi populer, bukankah kepopuleran juga akan habis oleh paparazi? Orang yang senantiasa dikelilingi paparazi akan hancur privasinya. Orang yang dibesarkan oleh media akan habis digerogoti oleh media. Paparazi hanyalah sekumpulan semut yang sedang butuh, manakala apa yang ia butuhkan telah mereka dapat, kita akan jatuh.

Jadi mengapa kadang kepopuleran membutakan seseorang? Mungkin mereka tak lebih rendah daripada seekor semut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s