Abstruse

Kau menganggap jumlah uang dan penghasilanmu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap usiamu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap profesi orang tuamu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap riwayat pendidikan dan ranking-mu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap barang-barang yang kau miliki menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap pekerjaan dan jabatanmu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap prestasimu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap tempat bepergianmu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap pakaian yang kau kenakan menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap siapa kekasihmu dengan siapa kau menikah menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap organisasi yang kau geluti menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap kemewahan rumahmu menunjukkan siapa dirimu?

Kau menganggap apa yang tampak padamu — paras, suara, kekuatan otot, atau warna kulitmu menunjukkan siapa dirimu?

Bila kau menjawabnya iya. Kau bahkan tidak mengenali siapa dirimu!

Jadi, aku tak butuh itu semua saat kau berkenalan. Semua hal yang kau anggap dirimu itu akan hilang. Dan lucunya, kau membanggakan itu — memajangnya, menunjukkannya pada orang-orang, bahkan menjadikannya sebagai “sesembahan”. Bahkan sangat tidak tahu malu, bila ku tahu kau mengajak orang-orang untuk “menyembah” apa yang ada pada dirimu, baik walau hanya sebuah pujian sekalipun.

Lantas, siapa dirimu?

Kau hanyalah “cara”. Caramu memilih menunjukkan siapa dirimu.

Tidak peduli berapapun uangmu, caramu menggunakannya itulah yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli berapa usiamu, caramu menjalani rutinitasmulah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli siapa orang tuamu, caramu memperlakukan merekalah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli apapun riwayat pendidikanmu, caramu mengamalkan ilmu yang kau milikilah  yang menujukkan siapa dirimu

Tidak peduli apapun barang yang kau miliki, caramu menggunakannyalah yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli apapun pekerjaanmu, caramu untuk bersosialisasilah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli apapun prestasi yang kau capai, caramu mendapatkannyalah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli kemanapun tempat yang pernah kau kunjungi, caramu dalam menempuh perjalanannyalah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli siapapun kekasihmu, caramu mempersembahkan cintamulah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli apapun organisasimu, caramu mengabdilah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli semewah apapun rumahmu. caramu dalam merawatnyalah  yang menujukkan siapa dirimu.

Tidak peduli apa yang tampak pada dirimu, caramu dalam mensyukuri anugrah-Nyalah yang  yang menujukkan siapa dirimu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s