Korelasi antara Bengong dan Kematian Ayam Tetangga

Melamun

Jangan bengong! Nanti ayam tetangga mati!

Sebut saja, mereka yang mengatakan -apalagi sampai berkeyakinan- mitos di atas, telah menganggap malaikat pencabut nyawa adalah kerabat orang-orang yang bengong. Padahal orang bengong lebih dekat dengan setan ketimbang malaikat. Lagipula apa urusannya antara orang yang suka bengong dengan ayam tetangga yang menjemput ajal?

***

Sebenarnya tidak ada definisi dari bengong itu sendiri. Selama ini, bengong diidentikan sebagai sebuah perilaku seseorang saat terlihat sedang berpikir atau berangan-angan sehingga tidak konsentrasi terhadap hal-hal yang ada di sekitar.

***

Kalaupun mau dipaksakan akan adanya korelasi antara bengong dan matinya ayam tetangga, ya boleh jadi alasannya adalah kelalaian. Seperti halnya orang bengong cenderung ceroboh. Seperti dalam kasus saat tetangga menitipkan ayamnya. Kelalaian akibat bengong dapat membuat ayam tetangga mati. Namun dalam hal ini, penyebab kematian ayam bukanlah bengong. Melainkan hal-hal seperti ayam yang kelaparan karena tidak diberi makan akibat lupa karena terlalu banyak bengong atau ayam yang kehabisan oksigen karena tercebur sumur karena si-penjaga sedang bengong. Tetapi akan berbeda dengan kasus bengong yang mengakibatkan pelakunya mengalami gejala disosiatif (baca: kerasukan). Sehingga dalam keadaan tidak sadar, si-pelaku memakan ayam tetangga hidup-hidup. Namun lagi-lagi ini bukan penyebab kematian ayam. Karena penyebab kematian ayam adalah kehabisan darah, bukan urusan pelaku.

Apabila kita senantiasa mengaitkan kematian ayam dengan perilaku tetangga, lebih masuk akal bila “berpikir mengakibatkan ayam tetangga mati.” Karena berpikir membutuhkan banyak energi. Tentu saja ini membuat seseorang mudah lapar. Manakala lauk di rumah habis, ayam tetangga tentu menjadi sasaran.

Jadi berhentilah menghubungkan hal-hal yang tidak ada hubungannya. Apalagi urusan bengong dan tugas dari malaikat maut. Bayangkan bila benar-benar ada orang yang percaya dengan mitos ini. Setiap ada ayam yang mati, pasti akan tersebar fitnah di muka bumi. #halah Benar-benar tidak rasional. Seperti marahnya seseorang kepada semua orang hanya disebabkan perilaku seorang teman yang menyebalkan. Ingatlah,

Jangan sampai hanya karena satu orang berlaku buruk kepada kita justru membuat pikiran kita keruh dan membuat kita gelap mata hingga menganggap bahwa semua orang di dunia ini buruk.

Loh, kok jadi kemana-mana??

Harap maklum, tulisan ini dibuat saat penulis sedang bengong dan berpikir secara bersamaan. Alhamdulillah-nya, ayam tetangga masih hidup sampai sekarang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s