Raut

Seorang pria tua berpakaian gamis putih datang menghampiri lelaki yang sedang duduk termenung di bangku pinggiran taman kota seraya berkata, “Tuan, waktunya telah tiba. Aku adalah sosok yang akan membawa nyawamu pergi dari dunia ini.” Si lelaki justru membalas dengan menyapanya, “Kau benar. Kedatanganmu adalah sebagai jawaban. Maka sebelum aku pergi, izinkan aku untuk bertanya. Karena ku yakin kawan-kawanmu setelah ini tak akan berbicara terkecuali bertanya.”

“Tuhan memang Maha Adil. Aku percaya. Dan dari kebaikan yang telah ku perbuat selama di dunia, Apakah aku akan masuk surga?” tanya lelaki itu. Masih dengan wajah datarnya, sang malaikat menjawab, “Kabar yang ku terima atas dirimu, kau akan masuk neraka.”

Seketika hening. Wajah lelaki itu lama-kelamaan memerah. Dahinya mulai menekuk seraya matanya mulai berkaca-kaca. Ia pun tertunduk, kalah dengan kesedihannya. Tapi masih berusaha untuk tidak menangis. Pastilah ia paham, bahwa kesedihannya kini tiada berarti. “Jadi, apa yang membuat kita masih menunggu?” tanya sang malaikat memecah keheningan.

Tiba-tiba lelaki itu bangkit dari duduknya. Sorot matanya kini terlihat penuh keyakinan. Tidak di sangka, ia pun berkata, “Baiklah, inilah peradilan Tuhan. Saya siap bila harus masuk ke dalam neraka-Nya. Maaf bila harus menunggu lama hanya untuk pertanyaan yang sudah jelas jawabnya.

Baru saja aku merenung bukan karena merasa bahwa Tuhan tidaklah adil. Tapi aku teringat dengan keluargaku, saudara-saudaraku, kerabat, bahkan musuh-musuhku. Aku mengenal mereka sebagaimana aku tahu kesehariannya. Bilamana aku saja yang telah mantap beribadah pada akhirnya harus masuk ke neraka, lantas bagaimana dengan orang-orang tadi dan orang lainnya?

Sampaikanlah kepada Tuhan dan para penduduk langit, aku rela bila inilah kehendak-Nya. Tapi aku masih punya permintaan. Jika aku di neraka nanti, maka jadikanlah tubuhku teramat-sangat besar agar para malaikat di neraka sibuk menyiksaku dan menelantarkan penghuni neraka lainnya. Kemudian jadikanlah tubuhku lebih besar lagi agar dapat menutupi seluruh api neraka. Kemudian jadikanlah tubuhku lebih besar lagi agar menutupi seluruh penjuru pintu neraka, sehingga orang-orang yang hendak di masukkan ke dalam neraka akan terhalang oleh tubuhku sehingga tidak ada pilihan lain selain ke surga.”

Mendengar itu, sang malaikat pun menangis. Dalam isaknya, ia berkata, “Begitu istimewanya makhluk golongan manusia. Sungguh telah datang kepadamu sebuah berita menggembirakan. Kepedulian dan kebaikanmu terhadap sesamalah yang menjadikanmu kini sebagai salah satu penghuni surga.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s