Memperhatikanmu

Tiba-tiba aku begitu merindukanmu. Aku yang kini mulai kesepian dan ditinggalkan, ternyata masih mencintaimu. Aku yang dahulu tidak tahu-menahu, akhirnya memulai petualangan baru seakan Maha Tahu. Aku yang kini dapat terus memperhatikanmu sepanjang waktu.

Aku selalu memperhatikanmu, walau waktu menunjukkan bahwa ku tak lagi ada di sisimu. Aku masih seringkali memperhatikanmu menangis dalam kesendirianmu sembari memandangi foto yang ku berikan dulu. Bukankah artinya masih ada cinta untukku?

Lambat-laun kau bangkit dari keterpurukanmu, dari hari-hari tanpa keberadaanku. Keceriaan di wajahmu kembali terpancar. Teman-temanmu menyambut kehadiranmu dengan gembira karena kau telah kembali seperti dahulu.

Satu tahun telah berlalu. Orang-orang baru telah hadir di kehidupanmu. Saat itu ku sadar kau telah melupakanku. Siapa laki-laki itu? Ternyata dia kekasih barumu.

Sepertinya sudah tak tersisa asa. Saatnya aku pergi meninggalkanmu selamanya. Dan yang terakhir kalinya aku ingin melihatmu, kau sedang membawa bunga. Pastilah untuk dirinya.

Tunggu! Wajahmu murung tak seperti biasa. Mungkinkah dia telah menyakitimu? Langkahmu kini mulai meragu. Ku lihat kau berhenti sejenak di pintu pemakaman di desamu.

Sekarang aku tahu bahwa kau tidak melupakanku. Saat air matamu jatuh di atas bunga yang kau letakkan di atas makamku, sembari berdoa agar aku diberikan jalan yang terbaik untuk menuju surga-Nya.

Pria Terlupakan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s