Menyukai Merah

payung merah

Bagaimana kau membuatku menyukai warna merah, nona?

Aku benci merah. Aku lebih baik menukarnya dengan dua biru di dompet ketibang satu merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik memilih bendera putih yang berarti suci walau arti lain yaitu menyerah.

Aku benci merah. Aku lebih baik memar biru ketibang tergores kemudian berdarah.

Aku benci merah. Aku lebih baik memutar jalan ketibang melihat lampu merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik makan tahu dengan cabai hijau ketibang dengan strawberry merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik remedial ditambah tugas daripada rapot merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik lelah memucat daripada harus memerah marah.

Aku benci merah. Aku lebih baik memundurkan diri dari kesebelasan daripada kartu merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik menggunakan sarung daripada kolor merah saat ibadah.

Apapun itu, aku tetap berdalih karena aku benci warna merah.

Aku benci merah. Aku lebih baik memilih mawar putih ini daripada yang merah.

Dan mawar putih ini untukmu dengan syarat kau harus membuatku menyukai merah bagaimanapun caranya.

Mengapa kau hanya diam? Mengapa kau tersenyum? Baik kau berhasil.

Aku menyukai wajahmu yang merah merona itu.

Aris Gunawan-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s