Angkot

img_0335

Keterpaksaan di suatu hari dewasa ini membuat saya harus bepergian menggunakan angkot. Entahlah… karena motor sudah menjadi kendaraan yang mendarah-daging, kini naik angkot rasanya bagaikan mendapatkan pengalaman baru. Mungkin pandangan sayalah yang membuatnya demikan. Dulu hanya sebatas duduk dan terangin-angin. Namun kini, saya mampu merasakan sensasi yang lain. Oh Tuhan, ternyata Engkau menyadarkanku ketika naik angkot bahwa aku sudah dewasa.

Angkutan kota, baik di desa atau di necropolis, tetap seperti itu namanya. Mungkin angkot adalah miniatur yang sengaja diciptakan sebagai gambaran dunia saat ini. Ya, semua unsur dan aspek, ada.

Bila Anda ingin menilai suatu kota, maka naiklah angkotnya

Bila suatu kota hancur, hancurlah angkotnya. Bila kota berisi dari orang-orang berpendidikan, supir angkotnya pasti menunjukkan ijazahnya. Bila multikultural, penumpangnya pasti berbeda-beda ras. Bila suatu kota amoral, lihatlah pengamennya. Dan bila suatu kota kumuh, lihatlah kebersihan angkotnya.

Hari ini semakin marak tindak kriminalitas yang terjadi di angkot. Maka tidak bisa kita pungkiri bahwa wilayah tersebut memang penuh tindak kriminal. Sebuah celetukkan tentang benahi angkotnya agar masyarakat naik angkot sepertinya merupakan sebuah kesalahan. Hmm.. Karena angkot merupakan gambaran masyarakat juga, seharusnya benahi dulu masyarakatnya, nanti angkotnya juga akan benar dengan sendirinya. Dari pendapat pribadi, bayangkan yang memiliki kesadaran untuk naik angkot adalah kalangan borjuis, pasti kualitas angkotnya akan naik. Haha..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s