Bercermin

Aku ingin dialog ini ada.

Aku ingin berbicara pada diri sendiri.

Aku ingin akhirnya aku melihat aku yang semakin lupa daratan.

Aku ingin cermin ini bicara.

Sehingga aku seolah menjadi ganda.

Saat itu juga aku ingin minimal menjadi dua.

Dan menatap kepada hal yang berbeda.

 Melihat aku dan diri sendiri.

Aku ingin mampu menjawab “Apa yang sebenarnya aku ingin? Apa yang sangat aku ingin? Apa yang aku benci? Hingga bagaimana aku ketika berbohong dan marah?”.

Terlalu banyak pertanyaan. Aku ingin tahu apakah aku akan mau, mampu, atau malu untuk memberikan jawaban.

Mungkin bila membunuh dan menggandakan diri sendiri bukanlah sebuah dosa.

Aku akan menciptakan diriku untuk membunuh diriku yang lain ketika ku berada dalam khilafku.

Agar aku tahu secara bersamaan bagaimana dibunuh dan membunuh, disakiti dan menyakiti.

Aku ingin melihat diriku menangis agar bisa kutertawakan.

Aku ingin melihat bagaimana diriku tertawa agar aku bisa membentaknya.

Aku ingin melihat diriku diam agar aku bisa memujinya.

Aku ingin melihat diriku serius agar akulah yang nantinya menangis terharu.

Aku ingin melihat diriku kejam agar aku berpikir betapa bodohnya aku.

Kini aku kembali tahu. Aku satu. Karena itulah yang diinginkan orang di sekitarku.

Bukan masalah apa yang aku mau. Namun atas semua yang ku mau, aku hanya tidak ingin ada penyesalan setelah melakukan sesuatu.

.cermin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s